Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 14 September 2015

Negeri diatas awan...

Akhirnya tergerak juga untuk menulis tentang kabut asap di Riau khususnya di kota Pekanbaru. Setelah hampir 3 minggu kami menghirup udara yang bikin sesak nafas dan mata perih. Dan setiap hari setiap bangun tidur selalu berharap kabut asap semakin menipis. Tapi ternyata harapan semakin jauh karena setiap pagi bukan kabut asap yang menipis yang kami lihat, malah semakin tebal dan semakin menyesakan dada. Menyesakan dada dalam arti yang sebenarnya dan dalam arti miris
Bencana asap bagi kami di Pekanbaru bukan merupakan hal yang baru. Setiap tahun kami mendapatkan bencana ini. Tapi tahun ini rasanya yang terparah baik dari sisi asapnya maupun dari sisi penanggulangannya. Kita tahu kabut asap yang terjadi kata petinggi petinggi adalah asap kiriman dari Provinsi tetangga, dari banyaknya titik api, akibat hutan hutan beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, akibat ketidak tahuan masyarakat awam yang membuka lahan dengan cara membakar dan alasan lainnya, tapi apapun itu bagi kami masyarakat umum, bagi kami para ibu ibu kami hanya merasa heran kenapa bencana kabut asap selalu berulang setiap tahun?
Bencana asap memang tidak seperti bencana lainnya, disini tidak ada pemandangan yang dramatis seorang ibu yang memeluk anaknya yang sudah meninggal sambil menangis meraung raung, disini tidak ada jejeran mayat, disini tidak ada bangunan yang roboh, disini tidak ada korban yang berdarah darah, apakah mungkin karena itu perhatian Pemerintah menjadi kurang? Bahkan ada yang merasa bahwa ini terlalu berlebihan ah... kan cuma asap... bagi yang merasa ini terlalu berlebihan silahkan datang ke Pekanbaru, mari bersama sama kami disini untuk beberapa hari saja dan coba rasakan bagaimana rasanya bernapas di tengah pengapnya udara, coba rasakan bagaimana perihnya mata, coba rasakan bagaimana setiap pagi terbangun dan melihat kualitas udara yang berbahaya, kota kami yang semakin sepi, hawa dingin yang kadang kadang panas, anak2 sekolah yang terpaksa diliburkan, ibu ibu hamil yang harus menghirup udara yang sangat berbahaya buat dirinya dan janinnya, anak anak yang harus terpapar udara yang tidak sehat, bandara yang ditutup, perekonomian yang semakin sulit, terlalu berlebihankah kalau kami meminta sedikit perhatian Pemerintah untuk menanggulangi kabut asap kota kami tercinta ini? Coba fikirkan dan renungkan wahai petinggi petinggi kami...

1 komentar:

 

Blogger news

Blogroll

About