Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 26 April 2016

Surat terbuka untuk seseorang di masa lalu

Hai... lama terlewati masa-masa aku memiliki harapan.
Harapan bahwa kamu bisa kumiliki dan aku bisa kamu miliki, kita akan bisa hidup bahagia seperti kisah cinta Pangeran dan Putri kerajaan yang hidup berbahagia sampai akhir hayatnya. Tapi... itu semua hanya di negeri dongeng, negeri anta berantah dan setingan waktunya adalah pada zaman dahulu kala. Zaman sekarang? Inilah kita dengan segala rasa sesak dan rasa sesal di dada. Kembali mengurutkan kejadian tragis kisah cinta kita yang tak mungkin akan berbahagia sampai akhir hayat.
Hai... lama aku punya impian kamu bisa kumiliki dan aku bisa kamu miliki. Tapi kemudian kita sama-sama tersadar bahwa harapan tidak seindah impian, khayalan tidak seindah kenyataan. Ketika dengan amat sadar dan mengekang egoisme pribadi kita masing-masing. Ada hati yang harus kita jaga, ada tangan2 mungil, tatapan mata polos yang harus kita rasakan sakitnya ketika kita tetap mempertahakan ego kita.
Hai...tahukah kamu itu adalah hal yang amat sangat berat. Melupakan kamu dan semua rasa indah yang pernah ada sangatlah sulit. Tapi kita harus bisa, demi belahan jiwa dan hati mungil yang harus kita jaga. Bahkan kita juga harus menjaga hati mungil yang akan hadir dimuka bumi ini kalau ternyata tàkdirnya berkehendak dia terlahir dimuka bumi ini. Takdirnya menghendaki kita harus berpisah, berusaha melupakan semuanya.
Wahai makhluk Tuhan yang berada entah dimana, rencana program kehadiranmu sudah membuat harapanku luluh lantak. "Aku ingin punya anak, dan sekarang lagi ikut program bayi tabung, untuk itu aku harus berkonsentrasi, harus fokus dan yang lebih penting aku harusnya tidak membagi lagi cintaku, karena bagaimana isteriku bisa hamil kalau aku tidak menyanyanginya 100 persen. Kalau aku masih menyimpan nama dan hatimu dilubuk hatiku terdalam".
Hai seseorang dimasa lalu, aku sadar aku paham bahwa semua ini cepat atau lambat harus diakhiri. Selamat tinggal kenangan. Apapun itu semoga ini adalah yang terbaik buat kita semua, apapun itu dimanapun kamu berada Nak... kamu sudah membuat kami menjadi sadar walaupun untuk itu batin ini rasanya tercabik-cabik harus mengakhiri ini semua. Apapun itu, dimanapun kamu sudah menimbulkan kesadaran dihati kami bahwa semua yang kita lakukan salah dan harus dihentikan. Engkau membuat kami sadar bahwa walaupun hanya sekedar calon bayi tabung, kamu telah membuat kami menjadi pribadi yang kembali ke jalan yang benar. Bahkan jauh sebelum kehadiranmu Nak...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About