Aku mengenalnya sebagai Uni Rus, perempuan paruh baya berusia 45 tahun. Perawakannya sedang dengan wajah manis tapi selalu kelihatan sedih. Entah apa yang membuat wajah manisnya selalu kelihatan sedih, ekspresinya datar. Entah memang karena bawaannya atau karena peristiwa hidup yang dialaminya.
Aku selalu tidak bisa menerima kenyataan ketika bercerita dengan ibu ibu yang menceritakan kemelut rumah tangganya . Begitu juga dengan Uni Rus, kemaren dengan berurai air mata dia menceritakan pengkhiatan suaminya. Ah... lelaki terbuat dari apakah hatimu sehingga tega membuat wanita sebaik Uni Rus berkali kali mengeluarkan air mata, kadang kala menangis kadang kala suaranya geram dan kadang kala marah tak terkontrol
Bagaimana tidak? Suami yang selama ini dibangga banggakannya sungguh teganya membuatnya kecewa yang teramat sangat bahkan sampai hampir hilang kepercayaan.
Menurut cerita Uni Rus kisah ini bermula dari pertemuan Uni Rus dan suami disuatu pesta pernikahan. Dimana yang menjadi pagar ayunya ternyata adik dari teman sekolah suaminya. Singkat cerita didapatlah kontak person sang kakak yang notabene adalah teman sekolah suaminya.
"Bagaimana mungkin Ari pertemuan di pesta itu menjadi pembuka kisah lama mereka."
"Setelah suamiku dapatkan nomor handpone nya mulailah mereka berkomunikasi menyambung tali silaturahmi. Bagi Uni tidak maasalah, yang akhirnya jadi masalah ketika komunikasi mereka semakin sering dan dilakukan diam diam di belakang Uni, Uni merasa ditipu." Cerita Uni kesekian kalinya dengan mata bengkak.
"Ah mungkin saja mereka berteman Uni dan lagipula mereka kan sekampung."kataku menenangkan Uni.
Ya bisa jadi batin Uni. Tapi tetap kulihat nada dan raut wajah yang tidak bisa menerima. Lagipula sang suami selama ini adalah sosok suami idaman wanita. Walaupun umurnya lebih muda dari Uni dia sangat menyayangi Uni, dan selau berbuat amat sangat baik terhadap Uni di sepanjang 18 tahun pernikahan mereka. Rumah tangga mereka pun sudah dihiasi sepasang anak anak yang menjadi penyejuk mata orang tuanya dan sudah beranjak dewasa. Mereka juga tidak dijodohkan, kisah kasih mereka bahkan bermula di bangku SMP saat mereka masih sangat remaja dan pada cinta pertama itulah hati mereka terpaut. Sang suami selalu dan bersedia membantu kerepotan kerepotan istrinya. Bahkan pasangan ini sering dijadikan tempat bertanya pasangan pasangan muda yang bermasalah. Mereka jadi panutan. Tidak mungkin suami Uni Rus akan berbuat macam macam, lagipula si perempuan yang sering menelpon yang teman lama suami Uni Rus juga jauh tidak satu kota dengan kami batinku menenangkan.
Tapi semua menjadi terbantahkan ketika Uni Rus dengan mata sembab menceritakan kisah pilunya. Bagaimana mungkin suami yang selama ini dibangga banggakanya dihormatinya dicukupkan segala keperluanya, dilayani dengan sebaik baiknya sungguh teganya bermain api dibelakangnya. Berawal dari naluri seorang istri, yang merasa aneh dengan sikap suaminya. Akhirnya di Line suaminya Uni Rus menemukan kiriman kiriman lagu romatis, ada apa ini, perasaan mulai tak enak. Kembali terbayang tiga bulan belakangan ini sejak pertemuan dipesta itu sejak mendapatkan nomor handphone nya suaminya sangat bergairah. Selalu memutar lagu lagu romantis di mobilnya. Selalu ceria dan tiba tiba banyak omong.
Wanita yang tiga bulan belakangan ini kerap mengisi hari hari suaminya, teman lama, teman sekampung ternyata bisa merubah suaminya yang sangat disayanginya. Wanita itu adalah bagian dari masa lalu suaminya, tetapi bisa merenggut masa depanya.
"Coba bayangkan Ari, dia mengirimkan lagu lagu romantis, setiap ada kesempatan menelpon suamiku. Dan lebih parahnya suamiku mendengarkan curhatannya. Perempuan yang suami nggak beres juga. Kenapa juga harus bercurhat dengan suami orang. Dia kan juga punya suami, ceritalah sama suaminya. Jangan sama suami orang. Dan ternyata edisi curhat itu bukanlah klimaks dari rentetan kejadian. Uni Rus terluka ketika pengakuan suami tercintanya dengan menjujung alquran bercerita bukan hanya telepon2, kiriman lagu lagu mesra nan romantis di Line tapi mereka sudah ketemuan, ya Allah dan itu tidak hanya sekali, tiga kali ! Dan semuanya dilakukan diam diam di belakang Uni Rus di kota yang sama dengang Uni Rus. Bagaimana bisa? Dimana perasaan sang suami yang sementara disetiap waktu menelpon Uni Rus menanyakan makan, sholat kegiatan kantor dan segala tetek bengeknya teganya diwaktu yang sama ketemuan denga wanita masa lalunya. Dan itu dilakukan di dalam jam kantor ketika Uni Rus sedang bekerja. Uni Rus terluka matanya basah, hatinya basah kecewa yang sangat dirasakannya. Wanita masa lalu suaminya itu datang ke kota kami dengan alasan melihat ibunya sakit dan kebetulan ibunya satu kota dengan Uni Rus.
"Sudah sampai sejauh mana?" tanya Uni datar. Sang suami tercinta menangis.
"Tidak ada apa-apa, hanya pertemuan biasa saja."
"Tidak ada apa-apa kenapa ketemunya sampai tiga kali. Ayah telah menghancurkan hati Ibu. Kepercayaan yang Ibu berikan pada Ayah sudah disalahgunakan, Ibu tidak sangka Ayah akan tega berbuat begitu."
Suami yang sangat dikasihinya yang menjadi panutan teman teman dan saudara bisa berbuat seperti itu dibelakangnya. Suami yang selalu dihormatinya dilayani Uni dengan sepenuh hati. Terbayang awal awal pernikahan mereka, ketika awal menikah sang suami belum mempunyai pekerjaan tetap, masih mencari cari pekerjaan yang pasti tapi Uni dengan keyakinan hati bersedia menerima lamaran suami, masa masa awal pernikahan yang sulit bisa mereka lalui kenapa sekarang ketika keadaan ekonomi relatif stabil terjadi ini? Uni masih tidak bisa menerima kenyataan suaminya menerima curhat curhatan dari wanita lain bahkan sampai bertemu. Wanita itu juga tidak mempunyai perasaan dan hati nurani. Bagaimana dia bisa menghubungi suami orang yang juga seorang bapak dari anak anaknya, mengirimi pesan pesan singkat yang berisikan curhatan kehidupannya, mengirimkan lagu romantis yang mengingatkan akan kenangan lama, bahkan sampai ketemu dan sang suami meladeninya.
"Ayah cuma kasihan melihat kehidupannya sekarang. Dia diperlakukan dengan tidak baik oleh suaminya. Karena dia tidak mempunyai anak, maka suaminya menikah lagi dan dia tidak mengetahuinya sampai akhirnya baru tahu suaminya menikah ketika anak dari istri muda suaminya sudah berusia 5 tahun, dia ditipu mentah2 oleh suaminya. Itu yang sering di ceritakannya sama Ayah."
"Tidak perlu Ayah menerima curhatan2 istri orang!. Buat apa? Itu urusan dia, kalo dia mau curhat dia bisa curhat sama sesama perempuan, sama keluarganya, Ayah bukan psikolog, bukan konsultan perkawinan. Jangan karena ingin menolong rumah tangga orang rumah tangga kita berantakan. Sekarang Ibu ingin tahu, sudah sampai sejauh mana hubungan Ayah denga perempuan itu?"
"Ibu rela kalau harus mundur kalau memang Ayah harus memilih perempuan itu di banding Ibu"
Dan ini kutentang habis habisan, "Jangan Uni kenapa pula harus Uni yang mundur, tidakkah Uni sayang dengan pernikahan Uni yang sekian lama, bisakah Uni menjalani kehidupan kedepan seperti apa. Oke lah kalau Uni bisa secara finansial Uni mampu, tapi bagaimana dengan anak anak Uni?" Uni termenung. Perempuan paruh baya yang manis itu dengan perlahan mengusap air matanya.
"Tapi Uni saki hati, Uni nggak menyangka perkawinan Uni akan jadi seperti ini"
"Perempuan itu yang tidak benar Uni, contohnya saja di kehidupan pernikahan dia, suaminya sendiri bisa meninggalkan dia, dia juga tidak punya malu tidak punya harga diri menggubung hubungi suami orang, menceritaka aib rumah tangganya. Jangan mundur Uni, apalagi gara gara perempuan tidak berharga itu, Uni jauh lebih dari perempuan itu, dari segala galanya", kataku menguatkan Uni.
Kamis, 28 Januari 2016
Kekuatan Cinta...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar